1.
Latar Belakang
Persaingan industri saat ini semakin
ketat, berbagai cara dilakukan untuk memenangkan persaingan. Tidak sedikit para
pengusaha kalah dalam persaingan produksi. Kekalahan itu terjadi karena hasil
produknya tidak banyak diminati dalam hal ini tidak laku di pasaran, sehingga
menimbulkan kerugian besar. Banyak faktor penyebab ketidaklakuan suatu produk
yaitu karena kelemahan manajemen produksi suatu perusahaan, khususnya kurang
kepedulian terhadap hasil produk sebelum dipasarkan kepada konsumen oleh karena
pesaing memiliki hasil produk yang lebih baik. Keinginan konsumen pada intinya
adalah ingin mendapatkan kepuasaan terhadap barang yang dibelinya. Jika
konsumen dihadapkan dengan beberapa pilihan dengan harga yang relatif hampir
sama maka yang dipilih adalah produk yang memiliki kualitas utama. Inti dari
pernyataan di atas penting adanya suatu manejemen pengawasan kualitas produk.
Saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan penghasil barang melabelkan nama
kualitas pada media iklan maupun langsung pada kemasan produknya. Hal tersebut
dilakukan tidak lebih agar konsumen yakin bahwa produk yang ditawarkan
kepadanya adalah produk yang paling baik. Sistem kualitas tersebut dikenal
dalam dunia produksi adalah Quality
Control atau Pengendalian Mutu Produk.
Pengendalian kualitas
produk dalam proses produksi merupakan faktor yang sangat penting bagi dunia
industri karena pengendalian kualitas yang baik dan dilakukan secara terus
menerus akan dapat mendeteksi ketidaknormalan secara cepat, sehingga dapat
segara dilakukan tindakan antisipasinya. Hal ini untuk menjamin mutu produksi.
Makin meningkatnya kemajuan proses produksi makin diperlukan pengendalian
kualitas. Kontrol kualitas sangat diperlukan dalam memproduksi suatu barang
untuk menjaga kesetabilan mutu. Kontrol kualitas secara statistik berbeda
dengan kontrol kualitas secara kimia atau fisika. Pada kontrol kualitas secara
statistik tidak menghendaki terbaik absolut, tetapi kualitas yang diinginkan
adalah memenuhi permintaan konsumen.
PT X merupakan
perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan kertas. Dalam pembuatan kertas
tersebut, PT X sangat memperhatikan kualitas produknya. Dengan keahlian dan
penyelidikan laboratorium yang semakin modern mengenai standar kualitas yang
harus dicapai dalam pembuatan kertas, PT X selalu menjaga dan meningkatkan
kualitas produknya agar selalu dapat memenuhi keinginan konsumen. Dengan
melihat kenyataan di atas, maka penelitian yang diajukan “Quality Control Untuk Produksi Kertas pada PT X Menggunakan Metode Six Sigma.
2.
Perumusan Masalah
Berdasarkan keterangan dari latar
belakang di atas, maka munculah permasalahan mengenai cacatnya produksi kertas
pada PT X dan mengalisa solusi dari permasalahan produksi Jenis IT 100 dan IT
200 menggunakan metode Six Sigma.
3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas,
penelitian ini bertujuan :
a. Untuk mengetahui keadaan pengendalian kualitas
kertas pada PT X.
b. Untuk
mengetahui faktor utama penyebab suatu produk kertas mengalami
kegagalan dalam proses produksi.
c. Melihat
kapabilitas kinerja perusahaan dalam memproduksi kertas.
d. Menindaklanjuti faktor-faktor penyebab terjadinya
kegagalan produk kertas PT X dan memberikan solusi atas setiap permasalahan
suatu kertas dikatakan mengalami kecacatan.
4.
Batasan Penelitian
Agar penelitian dapat lebih fokus dan
terarah sesuai dengan kondisi maka penelitian dibatasi antara lain :
a. Pengendalian kualitas pada penelitian ini
menekankan hanya pada kondisi kertas
mengalami cacat/gagal.
b. Produksi yang diteliti adalah kertas gulungan
yang selanjutnya akan dikirim kepada pengolah kertas selanjutnya.
c. Penelitian
Quality Control menggunakan metode Six
Sigma pada Fase Define, Measure, dan Analyze.
Tanpa mengikutsertakan Fase Control
dan Improve karena cakupan yang
begitu luas.
d. Penelitian
ini menggunakan 5 variabel ( Light/l,
Dyes a, Dyes b, Brightness, dan Whiteness)
dengan masing-masing variabel terdiri atas dua kategori penyebab cacat suatu
kertas.
5. Daftar Pustaka
a. Praptono. Buku
Materi Pokok Statistik Pengawas Kualitas. Jakarta: Universitas Terbuka,
1986.
b. Hendaradi, Tri. Statisik Six Sigma dengan Minitab, Yogyakarta:Andi
Yogyakarta,
2006.
c.
Yuriyuda. Quality Control-Process
Control-Six Sigma. Caraberri x ++,
2011.
Komentar
Posting Komentar